Wednesday, June 30, 2010

integritas yang harus diperjuangkan

berat memang,
penuh resiko pasti,
merasa nggak punya pilihan sudah tentu,

lagi-lagi aku berhasil untuk memilih mempertahankan sikapku yang selama ini aku anggap itu baik buatku, sikap yang harusnya tetap kita budayakan dan di pupuk, sikap sebagai pemutus mata rantai ke tidaksopanan orang dalam memandang arti pekerjaan, sikap yang selama ini bagi sebagian orang yang tentunya warisan dari keluargannya memandang pilihan sebagai kutu loncat adalah suatu hal yang wajar, bahwa mencari pilihan lain bukan berarti mengkianati, bahwa istilah batu loncatan adalah hal yang membumi, bahwa alasan karena di dunia kerja saat ini tidak ada posisi yang pasti menjadi jalan keluar untuk melestarikan tradisi. bahwa anggapan apa yang kita berikan buat pekerjaan kita belum tentu berbalas seperti yang kita berikan merupakan solusi.
so apakah salah jika diantara banyaknya alsan itu masih ada orang yang lebih memilih untuk tetap mengapdi, apakah keliru jika ada orang yang lebih memilih untuk bekerja sepenuh hati meskipun masa depannya tidak pasti, apakah aneh jika ada orang yang lebih memilih untuk menolak penggilan kerja dari tempat lain karena kita menghormati nurani bahkan sampai titik paling dasar ketidakberdayaanpun???????????

Tuesday, June 22, 2010

berpura-pura

untuk meninggalkan dan melupakan masalah cukup berpura-pura memikirkan masalah yang lain,
untuk meninggalkan dan melupakan tanggung jawab cukup berpura-pura tidak peduli akan komitment,
untuk meninggalkan dan melupakan tugas cukup berpura-pura mengerjakan tugas tang lebih penting,
untuk meninggalkan dan melupakan kewajiban cukup berpura-pura ada kewajiban yang lebih utama,
untuk meninggalkan dan melupakan pekerjaan cukup berpura-pura sibuk,
untuk meninggalkan dan melupakan sahabat tidak cukup dengan berpura-pura.

cuma sebentar

cuma sebentar rasanya sehingga tak terasa lamanya,
cuma sebentar rasanya sehingga tak terasa ada yang berbeda,
cuma sebentar rasanya sehingga tak terpikirkan kalau semua akan berubah,
cuma sebentar rasanya sehingga kita tak siap untuk menghadi segala kemungkinan,
cuma sebentar rasanya sehingga kita ternyata harus meneruskan cita-cita pribadi,
cuma sebentar rasanya sehingga kita tak sadar kehadiran kita ternyata mewarnai persahabatan,
cuma sebentar rasanya sehingga kita seakan tak peduli bahwa kita punya jalannya sendiri,
cuma sebentar dan bukankah yang hanya sebentar yang biasanya kita tunggu,
cuma sebentar dan bukankah yang hanya sebentar yang biasanya ingin kita jumpai lagi,
cuma sebentar dan bukankah yang hanya sebentar yang kita cari,
cuma sebentar dan bukankah yang hanya sebentar yang membuat kita sadar bahwa waktu tidak pernah mundur,
cuma sebentar dan bukankah hanya sebentar yang membuat kita tahu betapa berharganya pertemuan,
cuma sebentar dan bukankah hanya sebentar...............

Monday, June 21, 2010

Aturan itu siapa kita

damainya hidup jika dunia ini diisi dengan orang2 yang baik, orang yang jujur dalam berperilaku, orang yang punyai nilai2 hidup yang tulus, punya integritas yang bagus, punya karakter yang teguh dan disiplin atas dasar nilai pribadi.sayang dunia ini terlalu luas kalau hanya diisi pribadi yang baik. terlalu sepi kalau cuma di isi orang yang satu pendapat, terlalu menjenuhkan kalau diisi orang yang tidak berani mengekpresikan perasaan dan emosinya. terlalu rendah kualitas hidup ini kalau cuma di isi oleh orang2 yang tidak berani melakukan sesuatu yang dianggapnya benar dan baik untuk semua, terlalu "garing" dunia ini kalau cuma di isi orang-orang yang serius untuk kepentingan pribadi dan menyepelekan untuk banyak orang, terlalu membosankan jika dunia ini di isi oleh orang2 yang suka menunjukan kebodohannya dengan terlalu banyak menertawakan kelemahan orang lain.
karena banyaknya orang yang tidak suka hidup di dunia inilah, yang membuat orang berbondong-bondong membuat aturan, membuat undang-undang, membuat kebijakan, membuat prosedur baku, tata laku dll yang menurut mereka dapat menyeragamkan karakter, perilaku, tindaktanduk, pola kerja dan mungkin dijadikan tameng akan kekurangan pribadi atau buruknya kualitas seseorang.
so semakin banyak dan rumit aturan selalu berbanding lurus dengan banyaknya orang yang tidak jujur.
semakin banyak aturan semakin menunjukan bodohnya kita karena terlalu banyak dirugikan, terlalu sering kita di bohongin, terlalu sering di tertawakan hahahahaha

Sunday, June 20, 2010

Jujur lah

bukan mulai dari awal,
bukan mulai yang baru,
bukan mengganti yang lama,
bukan mencari yang baru,
bukan melupakan yang lama,
bukan menghindari yang baru,
semua itu bukan suatu masalah ketika kita jujur;
jujur dalam berkawan,
jujur dalam berperilaku,
jujur dalam persahabatan,
jujur dalam perkataan,
jujur dalam pribadi,

Rutinitas yang tidak biasa

Kini aku menjadi orang yang paling pertama;
Orang pertama yang masuk kantor,
Orang pertama yang namanya tertera di daftar absen,
Orang pertama yang membuka jendela,
Orang pertama yang menyalakan lampu,
Orang pertama yang tahu kotornya keadaan ruangan kantor,
Orang pertama yang membuat takut tikus-tikus kantor,
Orang pertama yang menyalakan komputer untuk memanfaatkan waktu untuk sekedar melihat berita.
Orang pertama yang membalas sapaan khas kantor
Tapi kini aku juga menjadi orang yang paling terakhir;
Orang terakhir yang sadar bahwa tidak ada lagi orang yang datang tepat pukul 07;00,
Orang terakhir yang sadar bahwa tidak ada lagi sinar mentari karena belum ada yang membuka jendela,
Orang terakhir yang sadar bahwa tidak ada lagi orang yang di paginya sudah sibuk melihat berita gosip di internet dan lowongan pekerjaan hahahaha,
Orang terakhir yang sadar bahwa tidak ada lagi orang yang menyapaku ketika aku masuk ruangan,
Orang terakhir yang sadar bahwa ada rutinitas yang tidak biasa,
Orang terakhir yang sadar bahwa aku harus tetap meneruskan tradisi positif ini, bukan untuk menjadi orang yang terakhir tapi untuk menjadi orang yang pertama yang sadar bahwa aku pernah mempunyai seorang sahabat.

Turuti saja

Perjalanan kita memang beda untuk mencari apa yang kita kehendaki.
Tujuan kita juga tidak sama untuk mencari apa yang ingin kita capai
Kadang untuk mewujudkan mimpi, perpisahan menjadi jalan yang pasti
Kadang prioritas hidup membuat kita harus memilih menggunakan rasa bukan logika
Kadang kita dituntut untuk sadar akan posisi kita, sehingga keinginan ”mereka” seolah-olah menjadi kewajiban nurani yang harus kita tunaikan.
Kadang kita merasa bahwa kita tidak diberi pilihan dan alasan kita hanya menuruti saja, tapi kadang kita juga lupa bahwa kita kadang merasa pintar; merasa tahu akan siapa kita disuatu saat nanti, merasa benar karena banyak membaca tanpa memahami, merasa bahwa seolah-olah toh kita juga yang akan menuai baik-buruknya pilihan kita. Apakah benar itu yang kita rasakan,
Salahkah jika mereka menunjukan apa yang menurut mereka benar ,
Apakah keliru jika mereka menasehatkan pengalaman baik buruknya hidup,
Apakah masih kurang ilmu bijak mereka yang dua kali umur kita,
Apakah salah jika mereka meminta kita untuk melakukan apa yang menurut mereka baik,
Apakah memalukan buat kita jika mereka meminta untuk sedikit diperhatikan di usianya,
Kita memang lebih tinggi secara akademisi, muda secara durasi dan lebih kuat secara badani
Tapi kita kalah akan rasa mengasihi dan menyayangi, Kalah akan rasa tanggung jawab dan Kalah akan rasa peduli
So masihkah ada alasan untuk tidak menyayangi mereka?

Friday, June 18, 2010

diam

kadang membosankan ketika logika dijadikan jalan terbaik untuk mengetahui segala sesuatu, kadang jenuh juga ketika rasa emosional yang dikedepankan, terkadang keraguan pun menjadi pertanda yang mulai di patenkan, dimana orang lebih suka tebak-tebakan, mulai mengais-ais informasi yang menurut mereka ada hubungannya dan saling berkaitan seperti cerita detektif cilik hahahah. kadang lucu juga ke diam man kita di perhatikan orang? bukankah sikap diam lebih menarik untuk dilakukan ketika rasa emosi yang lebih mendominasi, bukankah sikap diam lebih pantas di tunjukan dari pada bergerak tapi menyesatkan pandangan, bukankah diam lebih memiliki arti dari pada bersuara tapi membuat keresahan buat banyak orang, bukankah diam itu lebih mencerminkan pribadi yang lebih merunduk hahahaha entah lah

kehilangan

saat dimana logika menjadi barang yang usang, dimana ilmu pengetahuan menjadi hal yang nggak penting, saat dimana norma-norma sudah tidak dipedulikan lagi menjadi barang antik yang mulai sukar dicari, saat dimana rasa kemanusiaan kita mulai luntur karena dorongan emosional lebih mengebu-gebu, saat dimana rasa pertemanan mulai kabur, bahkan kenangan keindahan pun seolah takberbekas.

Thursday, June 17, 2010

Diam nggak berarti nggak mau njawab

sulit memang,
nggak enak pasti,
bingung mengalihkan topik sudah tentu,
susah untuk berpura-pura mungkin,
dikatain orang yang sulit di tebak hahaha lucu banget tuch,
lumrah memang semua orang butuh yang namanya kepastian, maklum manusia diciptakan memang untuk tahu eh mengetahui segala sesuatu karena mereka di hidupkan di dunia yang nggak jelas hahaha, mereka di ciptakan dalam keadaan dimana kata munkin adalah jawaban yang pasti, dan dari kata mungkin itulah sedikit demi sedikit akhirnya muncul dugaan-dugaan atau hipotesis2 yang masih perlu kita buktikan dengan metode yang tentunya diciptakan pula dari banyaknya kemungkinan tadi hahaah. dugaan yang telah teruji dan di setujui hasilnya itulah yang bagi sekelompok orang dianggap sebgai fatamurgana kebenaran hahahaha maksudnya dilihat dari jauh kelihatannya berair tapi nyatanya nggak ada airnya (nggak lucu ya. selama ini kebenaran hanya diperuntukan untuk sebagian, sekelompok atau mungkin seorang kali ya, dan kadang kebenaran juga tergantung tempat dimana sekelompok orang itu bernaung.
sah memang,
adil mungkin,
baik bisa jadi,
menyenangkan barang kali,
but semua hal tersebut juga cuma diperuntukkan or bisa dirasakan oleh orang-orang yang memang spesiesnya cocok, pola pikirnya pasti, atau yang opportunis sejati yang mau cari aman hahahah yang takut untuk mengarungi dunia lain yang lebih indah dan mungkin lebih memberikan kesempatan kita untuk menemukan sebongkah harapan yang akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bebas, yang boleh bilang "mungkin" karena pada dasarnya semua keindahan dunia ini diciptakan dari kata mungkin.
so diam nggak berarti nggak mau njawab, cuma kadang terlalu banyak bicara di dunia yang terlalu bising nggak efektif, terlalu banyak bicara di dunia yang mengandalkan teknik juga kurang pas, banyak bicara di dunia orang-orang bisu juga sama saja kita merekam suara kita sendiri hahha padahal suara kita fals, terlalu banyak bicara di dunia yang aturannya kurang jelas juga sama saja kita ikut uji nyali karena kita nggak tahu dimana hantu itu berada sehingga suara pelan kita terdengar nyaring.
so tugas kita cuma untuk mendefinisikan apa itu arti pertemanan, arti persahaban so sekali lagi itu cuma mungkin!

Tuesday, June 15, 2010

kualitas kita

hari ini aku belajar bahwa kita jangan mengukur kualitas kinerja seseorang dengan melihat dapat tidaknya menyelesaikan tugas yang tidak masuk akal.
hari ini aku belajar bahwa aturan itu di buat untuk menyeragamkan beberapa perbedaan individu bukan sebagai alat untuk mendegradasi individu dan aturan di ciptakan untuk harapan yang mulia, aturan diharapkan bisa menjadi marka bagi semua individu, untuk memberikan kepastian bertindak, kepastian untuk melakukan yang terbaik.
hari ini aku belajar bahwa aturan itu untuk 2 orang salah bukan untuk 1 orang yang benar!
hari ini aku belajar bahwa kualitas orang itu akan terlihat ketika mereka menghadapi suatu ketidakberuntungan,suatu masalah, suatu tekanan kompetisi duniawi yang tidak masuk akal.
hari ini aku belajar bahwa tidak semua orang melihat dengan mata mereka, mendengar dengan telinga mereka, berucap dengan mulut mereka, dan bertindak tidak atas kemauan diri sendiri.
hari ini aku belajar bahwa kualitas kita itu tidak diukur dari banyaknya orang yang mendengarkan perkataan kita, tapi dari berapa banyaknya orang yang mau melakukan apa yang kita katakan dengan iklas,
hari ini aku belajar bahwa kualitas kita tidak diukur dari hebatnya kita melakukan sesuatu ketika berada di depan banyak orang, tetapi kualitas kita di ukur dari hebatnya kita ketika mau membantu orang yang paling tidak beruntung.

Monday, June 14, 2010

Nilai Positif

cara paling gampang untuk menunjukan nilai positif kita adalah dengan cara menunjukan ketidaksukaan kita terhadap hal2 negatif!
bagi orang lain mungkin sikap kita akan kelihatan menjelek-jelekan orang lain, atau pasti ada yang dikorbankan untuk menunjukan nilai positif kita tersebut, akan tetapi jika kita tepat dalam memberikan jawaban itu akan memperlihatkan kualaitas dan nilai positif kita. menunjukan ketidaksukaan kita terhadap hal-hal yang negatif bukan dalam arti menjelek-jelekan tetapi dalam arti ketidakcocokan karakter kita terhadap situasi atau keadaan tertentu, jangan kita tunjukan keburukan2 dari suatu tapi tunjukan apa saja yang kita tidak sukai terhadap sesuatu, so semua pilihan respon mana yang kita pilih

Respon Terbaik

kadang2 terasa menyakitkan ketika kualitas kita dipertanyakan, kadang2 respon kitapun hanya memperjelas personifikasi dari mereka, kadang2 juga ego kita terlalu tinggi sehingga semua bentuk ego defende mecanisme kita tunjukan, kadang2 kita terlalu meremehkan sedikit ketidaksependapatan kita sehingga kita lupa jika hal itu akan terakumulasi menjadi sesuatu yang berwujud, terbentuk, dan terpatri menjadi sebuah justifikasi yang sulit untuk di rubah. kadang2 kita salah menempatkan posisi kita dan kadang kebingungan akan posisi kita, bukannya berada diposisi yang seharusnya namun respon kita kebanyakan malah memperlebar jarak ketidak sepahaman, bukankah ada yang bilang,di dunia ini tidak ada orang yang 100% benar dan 100% salah.

Wednesday, June 9, 2010

keep your spirit

kadang-kadang kita lupa memasang alarm sehingga bangun kesiangan
kadang-kadang kita mendapati jalan yang macet sehiingga kita harus rela bersabar
kadang-kadang kita menemui jalan yang berlubang sehingga kita harus selalu waspada
kadang-kadang kita kena tilang polisi sehingga kita harus lebih disiplin lagi
kadang-kadang kita terlambat masuk ke kantor sehingga kita harus berangkat lebih pagi
kadang-kadang kita mendapatkan tugas kantor yang nggak jelas
kadang-kadang kita disuruh mengerjakan tugas yang bukan jobdesc kita
kadang-kadang kita kena imbas dari pekerjaan teman sekerja kita
kadang-kadang kita harus rela membantu tugas orang lain
kadang-kadang kita harus rela menahan marah karena hal yang nggak jelas
kadang-kadang kita harus rela melihat sesuatu yang menurut kita salah
kadang-kadang kita diharuskan mengakui sesuatu yang nggak sesuai dengan nurani kita
tapi dari semua hal itu aku harus tetap semangat, karena semua terjadi hanya kadang-kadang

Tuesday, June 8, 2010

kebiasaan ketika jam istirahat kerja

seperti biasa suhu udara sudah mulai mencapai puncaknya, bising kendaraanpun mulai sedikit samar terdengar, jam sudah menunjukan hampir jam 12, dan seperti biasa pula aktivitas orangpun sudah mulai berubah, ada yang sudah mulai tengok kiri kanan, ngelirik jam didinding yang berada di ruangan terus-menerus, ada yang dengan PDnya malah sudah mulai membuka dompetnya, ada yang mulai dandan seperti layaknya mau kondangan, ada yang buru-buru men Save-as file yang baru dikerjakannya, ada yang mulai berani bercanda dengan teman seruangannya, ada yang masih saja melototin monitornya karena kemalasannya menyelesaikan tugas yang kemarin (jangan ditiru), ada yang mulai mengorganisir pesanan makan siang hari itu, ada yang sial juga karena masih diajak ngobrol sama si Bos di ruangannya hahaha, ada juga yang sibuk nyari perhatian untuk sekedar disapa ngak "istirahat" (maklum karyawan baru), ada yang mulai pembicaraan soal program diet nya bulan ini, ada yang mulai menyingkir dari hadapan banyak orang karena hari itu puasa.
ternyata dari satu rutinitas saja, sudah kelihatan bermacam-macam tipe orang, respon-respon orang dalam menyikapi suatu rutinitas dan kebiasaan orang ketika menghadapi rutinitas.
so seperti apa kebiasaan kamu?...................

Monday, June 7, 2010

Benci

aku benci ketika aku melihat ada orang yang suka mencari kesalahan orang lain,
aku benci ketika orang yang secara deskriptif adalah pelindung tapi malah mencari amannya sendiri,
aku benci ketika ada orang yang dengan seenaknya membolak-balikan aturan dan kebijakan ,
aku benci ketika ada orang yang suka membuat bingung orang yang benar-benar butuh pertolongan,
aku benci ketika tau ada orang yang memperlakukan orang lain dengan tidak adil,
aku benci ketika tau ada orang yang dengan seenaknnya menyalahkan orang lain,
tapi aku paling benci ketika aku tau ada orang seperti itu dan aku cuma diam saja!